SEJARAH

SEJARAH BERDIRINYA

KLINIK BERBASIS MASJID

AL-MUTHMAINNAH – DEPOK

 

Sejarah Pendirian :

 

Berawal dari keprihatinan melihat warga masyarakat Meruyung yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus pergi ke Puskesmas yang lokasinya jauh yaitu di Kelurahan Grogol, terbesitlah keinginan untuk mendirikan sebuah klinik pengobatan yang berkualitas dan terjangkau bagi warga masyarakat Meruyung dan sekitarnya. Pada pertemuan yang tidak disengaja antara  H. Repit dan dr. Wisjnu di Hero Supermarket Cinere (sekarang Giant) sekitar bulan Juli 2006 H. Repit mengajak dr. Wisjnu untuk bekerjasama mendirikan Klinik Berbasis Masjid yang berlokasi di belakang Masjid Al-muthmainnah Meruyung. H. Repit akan menyediakan tempat, peralatan, modal kerja, penyediaan obat dan sarana lainnya dengan merenovasi bangunan yang berada di belakang masjid dimana selama ini bangunan tersebut terlantar dan tidak digunakan sebagaimana mestinya. Dibelakang masjid ini ada tempat wudhu yang tidak terawat karena memang lokasinya yang tersembunyi sehingga kurang terawat dan bau kencing serta sangat kotor. Karena ada tempat wudhu dedepan masjid yang lebih bersih maka orang cenderung menelantarkannya. H. Repit kebetulan pada saat itu adalah sebagai ketua pembangunan masjid yang memang sedang berlangsung renovasi masjid induk dengan memperluas tempat sholat kearah utara dan selatan serta bangunan lantai dua yang rencananya akan digunakan sebagai tempat pertemuan ataupun pengajian mengingat ramainya kendaraan yang melintas didepan masjid sering menimbulkan suara bising sehingga pengajian sering terganggu. Gayung bersambut dan Dr. Wisjnu menyambut baik ide tersebut serta mengundang untuk bertemu dengan Dr. Imam di kampus FK-UPN Pondok Labu Jakarta Selatan.

Setelah direnovasi sesuai dengan keperluan sebagaimana sebuah klinik antara lain ruang periksa, ruang tunggu, ruang pendaftaran dan arsip, ruang toilet pasien, toilet dokter serta ruang lain yang diperlukan, bangunan tersebut menjadi bangunan klinik yang cukup memadai dan nyaman karena juga dilengkapi dengan penyejuk ruangan (AC). Perlengkapan lainnyapun disiapkan dan juga obat-obat yang dibutuhkan dibeli untuk melengkapi klinik ini. Seluruh biaya yang dikeluarkan dalam mempersiapkan ini semua diperkirakan sekitar 120 juta dan sementara itu masih menjadi beban pribadi H. Repit karena Yayasan belum mempunyai dana untuk pembangunan klinik ini.

Persiapan awal adalah dengan melaksanakan pertemuan antara dr. Imam, dr. Wisjnu dan H. Repit yang berlangsung di Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Pondok Labu sekitar bulan Agustus 2006 dimana dicapai kesepakatan bahwa UPN akan menyediakan tenaga dokter dan medis lainnya untuk mendukung kegiatan klinik yang lebih bersifat sosial yaitu untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Langkah awal untuk persiapan pendirian klinik ini adalah dengan melakukan pendataan kesehatan di lingkungan Kelurahan Meruyung yang melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN dan relawan dari Yapkum. Sementara itu pihak Yapkum melakukan pendekatan melalui  Pemkot Depok dengan melaksanakan presentasi dihadapan Wakil Walikota Depok Bpk. Drs. H. Yuyun Wirasaputra. Secara prinsip pihak Pemkot Depok sangat mendukung ide untuk pendirian Klinik Berbasis Masjid ini dan memberikan pengarahan seperlunya langkah-langkah yang harus diambil oleh pihak Yapkum sebagai yayasan pengelola Klinik ini dimasa mendatang.

Selesai pendataan tingkat kesehatan masyarakat Meruyung kemudian dilanjutkan dengan diadakannya Sunatan Massal untuk masyarakat kurang mampu yang diadakan pada bulan September 2006 sekaligus menandai diperkenalkanya klinik ini kepada khalayak Meruyung dan sekitarnya dimana pada kesempatan itu dihadiri juga oleh Wakil Walikota Bpk. Drs. H. Yuyun Wirasaputra, Camat Limo Bpk. Drs. H. Dani Kondani dan Lurah Meruyung Bpk. Drs. Abdul Manap, para pejabat lainnya serta tokoh masyarakat dan warga masyarakat Meruyung. Pada saat itu ada sekitar 20 anak yang disunatkan gratis dengan diberi baju koko, kain sarung dan uang sebesar Rp. 50.000,- per anak. Seluruh biaya baik untuk dokter, konsumsi, obat dan lain sebagainya ditanggung oleh pihak Yapkum.

Ketika persiapan dipandang cukup untuk mulai beroperasinya sebuah klinik maka pada tanggal 10 Desember 2006 secara resmi Klinik Al-Muthmainnah dibuka oleh Wakil Walikota Depok, Bpk. Drs. H. Yuyun Wirasaputra yang bertepatan dengan kegiatan subuh keliling tingkat kecamatan Limo dan dilanjutkan dengan pengobatan gratis untuk sekitar 350 warga kurang mampu. Secara resmi pula pihak Yapkum bekerja sama dengan Brotherhood of Medical Community (BMC) yang dipandang sebagai wadah atau perkumpulan para dokter lulusan UPN dan para mahasiswa FK-UPN sendiri.

Pada 23 April 2007 Klinik mendapat Izin operasional dengan nomor : 445.5/964 – Yankes berlaku selama 5 (lima) tahun sampai 23 April 2012.

Penanggung Jawab dari Klinik ini adalah dr. Devi Surya Iriani dan Pelaksana harian adalah dr. Agneta Irmarahayu.

Dari pihak Fakultas Kedokteran UPN yang juga berjasa dalam pendirian Klinik antara lain :

  • Dr. Bhakti Gunawan
  • Dr. Hanoek
  • Dr. Robuwan
  • Dr. Bonie
  • Dr. Yasril
  • Dr. Anwar
  • Dr. Yosida Rukmi
  • Dr. Elvira Zaenal
  • Dr. Firsty Octaviana
  • Dr. Ariyanti Yuliana Hidayat
  • Dr. Benieta W.S.
  • Dr. Diana Evy Anggraeni
  • Dokter dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Pondok Labu – Jakarta Selatan lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu

Sedangkan dari pihak Yapkum yang juga ikut berpartisipasi dalam berdirinya Klinik antara lain :

  • Ahmad Fauzi
  • Euis Rahmawati (Neneng)
  • Nurhadi
  • Madarsa (Dono)
  • Mardina
  • Yahya B
  • Saamin
  • Abdul Rojak
  • dan juga lainnya yang tidak mungkin dituliskan satu persatu.

CATATAN :

Belum semua pihak yang nama dan photonya tercantum ataupun terpampang di halaman ini mengembalikan Surat Pernyataan Tidak Keberatan nama dan photonya dimuat disini. Bagi yang berkeberatan mohon segera memberitahu kami. Terima kasih.




%d blogger menyukai ini: