Agar Tubuh Kembali Kuat Setelah Sakit, Lakukan 7 Langkah Ini

13 11 2012

Jakarta, Ketika sistem kekebalan atau sistem imun tubuh tidak lagi mampu melawan serangan virus, bakteri, dan parasit penyebab penyakit, seseorang akan jatuh sakit. Setelah menyelesaikan pengobatan, Anda harus segera memperbaiki sistem imun agar segera mendapat perlindungan kembali.

Seperti dilansir naturalnews, Senin (12/11/2012), lakukan 7 langkah untuk memperbaiki sistem imun berikut selama masa pemulihan:

read more





3 Nutrisi Pendukung Agar Pasangan Rajin Bercinta

13 07 2012

Merry Wahyuningsih – detikHealth

Jakarta, Afrodisiak atau zat perangsang seks telah lama digunakan oleh orang di seluruh dunia untuk meningkatkan hasrat seksual. Meski diantaranya belum ada bukti ilmiah, tapi beberapa buah-buahan, herbal dan makanan tertentu tetap digemari

Meski beberapa bukti ilmiah menunjukkan bahwa efek plasebo (obat kosong atau sugesti) bertanggung jawab pada sebagian besar kekuatan afrodisiak, tetapi beberapa makanan, minuman, tumbuh-tumbuhan, rempah-rempah dan aroma tertentu sebenarnya dapat menyebabkan potensi seksual dengan cara yang berbeda.

Berikut 3 nutrisi penting yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual, seperti dilansir health.com, Jumat (13/7/2012):

1. Tiram
Sebagian orang menganggap tiram sebagai afrodisiak karena bentuknya yang dianggap menyerupai kelamin wanita. Namun sebenarnya tiram mengandung seng (zinc) yang tinggi, yang dapat meningkatkan gairah seks dengan meningkatkan produksi testosteron.

Tiram juga mengandung tyrosine, yaitu nutrisi yang membantu dalam produksi dopamin yang diketahui mempengaruhi libido.

2. Stroberi (strawberry)
Stroberi kaya vitamin C, serat dan air. Buah ini bisa dimakan langsung, ditambahkan ke salad, jus atau makanan penutup. Jika ingin mendapatkan efek ganda, celupkan ke dalam cokelat hangat dan suapkan untuk kekasih.

Selain itu, warna merah stroberi juga bisa memicu gairah seksual, terutama saat foreplay.

3. Alpukat
Berasal dari nama kuno Aztec, ahuacatl, yang sebenarnya berarti ‘testikel’ dan dikaitkan dengan kesuburan. Alpukat juga dianggap sebagai makanan super karena kaya antioksidan, serat dan lemak baik.

Lemak baik ini telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Jadi bahkan jika buah alpukat tidak berkhasiat apa-apa untuk kehidupan seks, manfaat kesehatannya masih ada.

Kandungan lemak tak jenuh dan asam folik dalam alpukat juga bisa membantu memetabolisme protein di dalam tubuh sehingga memberi Anda lebih banyak energi untuk bercinta.

(mer/ir)

 





10 Tanda Hidup Anda Harus Didetoks

13 07 2012

Rahma Lillahi Sativa – detikHealth

Jakarta, Terkadang Anda mengeluhkan beberapa kebiasaan yang justru terasa menyakitkan untuk diri Anda sendiri. Oleh karena itu sama halnya dengan proses detoksifikasi (pembersihan) pada tubuh maka seorang pakar bernama Tina B. Tessina, Ph.D. merekomendasikan sejumlah cara untuk mendetoks hidup Anda lewat bukunya It Ends With You: Grow Up and Out of Dysfunction.

Untuk itu, cek 10 tanda hidup Anda harus didetoksifikasi dan bagaimana cara mendetoksnya seperti dikutip dari care2, Jumat (13/7/2012) berikut ini.

1. Sering Terlambat
Sering terlambat itu obatnya ada dua: belajar memperkirakan waktu lebih baik dan jadilah orang yang lebih terorganisir. Mungkin salah satu alasan terpenting untuk mengobati keterlambatan Anda adalah karena hal ini dianggap menyakiti orang lain maka Anda bisa mendapatkan opini bagus darinya.

Jika rekan Anda terlambat, berhentilah menunggu! Aturlah masa tenggang (misalnya 15 menit) dan jika dia melampaui waktu itu maka tinggalkan dia. Jangan lupa tinggalkan pesan bagaimana si dia bisa menemui Anda kembali. Selain Anda tak memaksakan jadwal orang lain, Anda akan terkejut betapa cepatnya dia akan belajar tepat waktu.

2. Sering Marah atau Tersinggung
Mudah marah atau tersinggung merupakan cara yang baik untuk menghukum diri Anda sendiri. Kondisi ini menaikkan tekanan darah dan cenderung menciptakan masalah sepele bagi orang lain. Kemarahan juga membuat Anda tak bisa berpikir jernih dan menyebabkan ketidaknyamanan serta membuat orang lain sulit untuk bekerja dan bersosialisasi dengan Anda.

Untuk mengubah kebiasaan ini, Anda harus mengembangkan kedewasaan emosional. Pahami jika kemarahan Anda itu akan dilihat orang lain bukan sebagai kekuatan akan tetapi sikap kekanak-kanakan. Bahkan hal ini akan membuat Anda merugi lebih banyak dari yang seharusnya Anda dapatkan.

Oleh karena itu belajarlah untuk mengendurkannya dan mengurangi ekspektasi Anda yang terlalu tinggi. Perbolehkan orang lain untuk menjadi dirinya sendiri dan jika Anda marah, cobalah hitung angka 1-10 dan ambil napas dalam-dalam sebanyak tiga kali. Bisa juga dengan mengikuti latihan yoga, meditasi atau tai chi. Aktivitas fisik yang berat juga bisa jadi cara yang luar biasa untuk membakar kemarahan yang berlebihan. Jika tak ada yang mempan, datangi terapis.

3. Tak Percaya Diri dengan Kemampuan
Merasa tak aman dan tak percaya diri dengan kemampuan diri sendiri tentu membuat Anda sangat tertekan, namun sebenarnya hal itu ada gunanya juga. Jika Anda benar-benar tidak memiliki kesiapan untuk menjalankan pekerjaan yang diamanahkan, jangan takut bertanya atau meminta bantuan. Tak masalah jika Anda harus jadi pemula di satu bidang meski Anda merupakan pakar di bidang lainnya.

Jika Anda tidak mencoba berpura-pura lebih baik dari kondisi sebenarnya maka Anda akan mendapatkan lebih banyak bantuan. Terimalah hal ini secara perlahan-lahan dan izinkan diri Anda untuk belajar sembari berjalan. Terlepas dari itu, dukunglah diri Anda dan jangan mengkritik diri Anda sendiri terlalu keras.

4. Bersikap Berlebihan
Sering bersikap berlebihan itu bisa jadi tanda Anda terlalu berharap pada kemampuan diri sendiri dan mencoba mengendalikan segalanya.

Oleh karena itu kurangi ekspektasi pencapaian Anda dan izinkan orang lain untuk membantu Anda dengan caranya sendiri. Untuk jangka panjang, berada dalam sebuah tim akan terasa lebih efisien daripada mencoba untuk mengatasi segalanya sendirian dan kewalahan.

5. Tak Punya Banyak Waktu untuk Meredakan Stres
Kondisi ini merupakan perpanjangan tangan dari sikap berlebihan. Oleh karena itu belajarlah untuk menjadwalkan waktu relaks Anda sendiri. Jika waktu pribadi Anda dijadwalkan layaknya pekerjaan atau kegiatan Anda lainnya maka Anda akan cenderung untuk melakukannya.

Bisa juga dengan bergabung dalam sebuah komunitas tertentu yang bertemu secara rutin untuk melakukan aktivitas santai seperti menari, olahraga atau meditasi, bisa juga dengan menjadwalkan pijat, manicure atau facial rutin.

6. Sering Merasa Tegang dan Cemas
Jika tingkat kecemasan Anda tinggi, mungkin Anda butuh terapi. Hal ini karena kecemasan dan serangan panik merupakan salah satu hal termudah untuk diperbaiki dalam sebuah sesi konseling.

Mungkin sebelumnya Anda telah terjebak dalam self-talk negatif yang berkepanjangan sehingga membuat Anda terus merasa gelisah terhadap segala hal. Atasi hal itu dengan afirmasi atau doa untuk melawan komentar-komentar negatif yang ada dalam pikiran Anda. Kemudian belajarlah untuk menarik nafas dalam-dalam ketika merasa cemas karena ini akan memperlambat detak jantung dan membuat Anda tenang.

7. Sering Pesimis
Sikap negatif semacam ini merupakan hasil dari self-talk negatif yang mungkin sudah dipelajari sejak kecil.

Ada banyak buku motivasi diri yang akan menuntun Anda untuk mempelajari perubahan alami terhadap kehidupan. Gunakan teknik seperti berdoa dan afirmasi, menghitung berkah Tuhan yang Anda dapatkan dan menyiapkan target-target kecil setiap harinya agar Anda tak lagi pesimis.

8. Terganggu akibat Konflik dengan Orang Lain
Segala jenis konflik pasti membuat Anda marah. Oleh karena itu, kurangi jumlah konflik dalam hidup Anda seperti dengan pengurangan kemarahan dan self-talk positif yang akan berkontribusi untuk meningkatkan hubungan Anda dengan orang lain.

Disamping itu, Anda dapat mempelajari teknik sosial yang lebih baik misalnya aktif mendengarkan, memandang hal-hal secara positif, negosiasi untuk mencapai win-win solution dan komunikasi yang jelas untuk akan melenyapkan sumber konflik.

Belajarlah untuk mendengarkan orang lain (bahkan jika Anda tak sepakat dengannya) dan sebelum berbicara, pertimbangkan bagaimana perasaan orang lain ketika Anda melontarkan kata-kata itu. Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan olehnya dan lebih penting lagi berpikirlah sebelum bereaksi terhadap orang lain.

9. Merasa Usang
Usang adalah hasil dari perasaan berlebihan dan tidak efektif untuk jangka waktu yang lama. Meski sebagian besar dari Anda bisa menghadapi sejumlah kecil frustasi atau perasaan kewalahan namun jika hal ini berlangsung terlalu lama maka kita akan kehilangan seluruh motivasi dan menjadi usang.

Motivasi datang dari selebrasi atau perayaan dan apresiasi jadi belajarlah untuk merayakan setiap pencapaian Anda sekecil apapun dan carilah apresiasi ketika Anda membutuhkannya. Jika Anda bermasalah melakukannya, mungkin ini waktunya untuk membuat perubahan pada karir atau aspek hidup Anda lainnya.

10. Kesepian
Kesepian mungkin bukanlah hasil dari kondisi yang benar-benar sendirian namun lebih karena kesalahpahaman atau tidak dihargai. Orang-orang seringkali mengisolasi dirinya sendiri karena merasa tidak mampu berada dalam sebuah situasi sosial.

Hargai teman-teman yang Anda miliki dan buatlah pertemanan baru dengan menghadiri kelas-kelas atau komunitas lain dimana Anda bisa fokus untuk itu. Hal ini akan menambah kontak Anda dengan orang lain serta memberi Anda suatu kesamaan dengannya. Waspadalah jika Anda terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau ngobrol online karena aktivitas semacam ini justru akan menyerap waktu Anda namun memberi manfaat lebih sedikit untuk menghilangkan kesepian.

Pastikan Anda menjadwalkan sejumlah waktu tertentu untuk bertemu dengan seorang teman sedikitnya sekali seminggu dan jika Anda tidak memiliki teman lalu gunakan waktu itu untuk mengambil sebuah kelas atau bergabung dengan sebuah komunitas (misalnya klub buku atau komunitas olahraga) yang akan memberi Anda kesempatan untuk bertemu teman-teman baru.

(ir/ir)

 





Dr Nugroho Setiawan, Jadi Dokter Demi Bakti ke Orangtua

13 07 2012

Merry Wahyuningsih – detikHealth

Jakarta, Menjadi dokter di zaman dulu merupakan suatu kebanggaan tertentu, bahkan hal ini mungkin masih berlaku hingga sekarang. Terlebih bila yang menjadi dokter adalah anak desa biasa seperti Dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd. Ia memutuskan jadi dokter demi bakti dan tak ingin mengecewakan orangtuanya.

Dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd tak terlahir dari keluarga dokter. Ia hanyalah anak dari keluarga biasa yang orangtuanya sangat ingin ada putra putrinya yang bisa menjadi dokter, profesi yang sangat bergengsi kala itu.

Agar tak mengecewakan orangtua, dokter kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1956 ini pun mendaftarkan diri ke Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS). Ia berhasil masuk dan lulus menjadi dokter di tahun 1982.

“Ibu saya dulu punya satu keinginan anaknya jadi dokter. Biar orangtua nggak kecewa ya sudah sekolah kedokteran. Jadi itu sebetulnya cita-cita yang dibentuk dari kecil karena kita sayang sama orangtua,” jelas Dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, saat ditemui detikHealth di RSUP Fatmawati, Jakarta, seperti ditulis Senin (9/7/2012).

Setelah lulus dari FK UNS, Dr Nugroho pun mendapatkan tugas inpres di Puskesmas di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Di tempat tugas inilah ia sering menjadi incaran para orangtua untuk dijadikan menantu.

“Tahun segitu orang desa kan kalo jadi dokter wah sekali, apalagi kalau menantunya dokter. Waktu itu saya sudah menikah. Yang jadi kesan sama saya, sebenarnya saya sudah menikah tapi tahunya orang sudah sekian lama. Jadi dokter di desa dan figur dokter masih dianggap hebat jadi menantunya. Akhirnya dikejar-kejar orang. Dikejar cewek dan support orangtuanya lagi. Karena Zaman dulu, mungkin beda dengan Jakarta,” kenang Dr Nugroho.

Kini Dr Nugroho dikenal sebagai dokter andrologi dan telah menangani banyak pasien. Namun ternyata untuk menjadi seperti sekarang tak terlepas dari jasa sahabatnya yang mengajak masuk andrologi.

Awalnya Dr Nugroho berniat untuk masuk spesialis bedah. Tapi untuk masuk ke bidang itu ia harus menunggu hingga 3 tahun. Waktu yang terlalu lama baginya saat itu.

Beruntung, ia pun ditawari oleh salah satu sahabatnya untuk masuk spesialis andrologi, bidang yang masih sangat jarang dan bahkan belum diketahuinya saat itu.

“Nah, awalnya nggak tahu. Terus dijelasin kalau itu canggih bisa bayi tabung segala. Dia malah yang daftarkan dan dia juga sekolah. Dia andrologi juga. Jadi saya ambil itu jasanya dia, Dr Frans sekarang di RSPAD,” lanjutnya.

Kini ia pun menikmati perannya sebagai dokter andrologi dan seksologi, yang kerap menangani masalah seksualitas khususnya di kalangan pria. Ia pun mengaku tak ada duka yang ia rasakan selama menjalani tugasnya.

Baginya bila semua pekerjaan dapat dinikmati dan disyukuri, maka duka pun akan menghilang. Terlebih lagi, ada beberapa kenyamanan menjadi dokter andrologi, seperti jumlah spesialisnya yang belum banyak sehingga tak ada persaingan antar dokter dan tak terkait dengan kasus emergency yang mengharuskannya tugas di malam hari.

“Kalau kita bekerja banyak mengeluhnya dengan pekerjaannya, pasti dukanya banyak. Tapi kalau kita menikmati, ya ini pekerjaanku. Apa yang harus aku kerjakan dengan baik, dengan ikhlas, dengan senang semuanya nggak ada dukanya,” tutup Dr Nugroho.

BIODATA

Nama lengkap
Dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd

Tempat, tanggal lahir
Yogyakarta, 6 Juni 1956

Pendidikan
S1 FK Universitas Sebelas Maret (1982)
S2 Kesehatan Reproduksi Fakultas Pasca Sarjana Universitas Airlangga (1992)
Andrologi Kedokteran Universitas Airlangga (1994)
Pendidikan Intensif Seksologi Universitas Udayana (2004)
Pendidikan Intensif Lanjutan Seksologi Universitas Udayana
Men’s Health, Reproduction, Sex and Aging, Universitas Hang Tuah

Pekerjaan
Puskesmas di Kab. Karanganyar, Jawa Tengah (1982-1989)
RSUD Dr Soetomo Surabaya (1989-1994)
RSUP Fatmawati Jakarta (1995-sekarang)

Organisasi
IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
PERSANDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia)
PANDI (Perkumpulan Andrologi Indonesia)
ASI (Asosiasi Seksologi Indonesia)

(mer/ir)

 





Kisah Orang-orang yang Berhasil Melawan Kanker

27 06 2012

Rabu, 27/06/2012 16:00 WIB

Merry W, Linda M – detikHealth

Jakarta, Kanker memang bukan penyakit yang mudah untuk disembuhkan, namun bukan berarti tak ada peluang untuk sembuh. Semakin dini kanker terdeteksi, maka peluang untuk sembuh pun semakin besar. Setidaknya ada beberapa kisah sukses orang-orang yang menang melawan kanker, yang dapat dijadikan contoh.

Penyakit kanker tidak selalu berujung dengan kematian. Hal tersebut tergantung besarnya keinginan si penderita untuk tetap bertahan dan dukungan yang besar dari keluarga. Berikut cerita dari penderita kanker yang dengan gigih berusaha untuk terbebas dari kanker.

1. Zainudin, survivor kanker laring

Salah satunya adalah Zainudin (39 tahun). Ia didiagnosis kanker laring (kotak suara) karena menjadi korban rokok. Zainudin bukanlah penggila rokok melainkan perokok pasif yang jadi korban asap rokok.

Zainudin pernah menghisap rokok namun hanya sesekali demi penghormati teman-temannya. Namun ia tidak terpengaruh oleh candu rokok karena sama sekali tidak merokok ketika di rumah atau melakukan aktivitas lain.

Malangnya, ia menjadi korban asap rokok orang lain dan didiagnosis menderita kanker laring (kotak suara) pada Desember 1995. Tak ingin menunggu lama, ia segera memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan pita suara pada Februari 1996.

Alhasil, kini terdapat lubang di leher Zainudin. Bila berbicara, suaranya terdengar seperti robot dan ada hembusan udara yang keluar dari lubang tersebut. Hembusan tersebut akan terlihat jelas ia menggunakan penutup leher seperti sapu tangan.

“Gejala kanker laring awalnya suara serak, sering batuk-batuk dan sesak napas karena ada benjolan kanker di pita suara. Saya bicara tanpa pita suara, tapi secara alami dari suara saluran makan yang namanya esofagus. Kalau orang-orang kena polusi ada bulu hidung yang menyaring, tapi kalau saya tidak ada karena dari lubang di leher ini jaraknya cuma 10 cm ke paru-paru,” jelas Zainudin dengan suaranya yang lebih terdengar seperti robot, saat berbincang dengan detikHealth, beberapa waktu lalu, seperti ditulis Rabu (27/6/2012).

Zainudin merupakan korban kanker laring termuda karena rata-rata penderita kanker laring berusia di atas 50 tahun. Karena lubang di lehernya yang sangat sensitif, ada beberapa hal yang harus dihindarinya, yaitu air, benda asing dan polusi udara.

“Kalau mandi saya basahi air sampai dada, kalau keramas harus nunduk, jadi nggak boleh kemasukan air. Tapi sering juga kena cipratan-cipratan air, ya langsung batuk-batuk gitu jadinya. Kemana-mana harus ditutup, kalau mau naik angkot saya harus memastikan bahwa di angkot tidak ada yang merokok, karena saya berbeda dengan kalian, polusi udara langsung masuk paru-paru nggak ada lagi penyaring di hidung,” tutup Zainudin.

Pada tahun 2002 ia juga pernah dikirim ke Jepang selama 3 bulan untuk melatih kemampuan bicara melalui saluran makan. Sepulang dari sana, Zainudin kini menjadi relawan yang mengajarkan cara berbicara pada sesama mantan penderita kanker laring yang kehilangan pita suara di Speech Training RSCM.

2. Martini Lim, survivor kanker payudara

Martini (48 tahun) adalah salah satu survivor kanker payudara yang berhasil mengatasi keterpurukan menghadapi diagnosis dan tekanan mental pasca terapi. Saat mendapat diagnosis kanker, usianya masih tergolong muda yaitu 38 tahun. Saking putus asanya, ia pun tak berpikir untuk melakukan terapi pengobatan.

Benjolan pertama kali terasa di payudara Martini pada saat ia melakukan SADARI (periksa payudara sendiri). Saat merasa ada yang aneh, ia pun memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam. Setelah dilakukan USG dan mamografi, dokter pun mendiagnosisnya dengan kanker yang tergolong ganas dan dirujuk ke dokter bedah untuk segara dilakukan operasi.

“Rasanya mulai berkecamuk, antara tidak percaya dan menolak. Akhirnya kita pulang dengan 1001 pikiran di kepala saya. Dengan rasa putus asa, saya memutuskan untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Yang terpikir oleh saya, karena saat itu saya bekerja, adalah mempersiapkan data-data pekerjaan. Mungkin sudah waktunya saya estafetkan pekerjaan saya. Hanya itu yang terpiikir, bukan bagaimana caranya berobat,” jelas Martini, saat ditemui detikHealth.

Martini merasa kankernya disebabkan karena pola makan yang tidak benar. Ia memang tidak memiliki masalah dengan berat badan, tapi karena itulah ia bisa merasa bebas untuk makan makanan apa saja yang ia suka, termasuk makanan berlemak dan tidak sehat. Ia pun jarang melakukan olahraga.

Banyaknya pasien kanker yang meninggal meski sudah berobat kesana-kemari, membuat Martini merasa tak ada gunanya untuk berobat. Namun berkat dukungan keluarga dan orang-orang terdekat, ia pun akhirnya mau melakukan terapi pengobatan.

Tak butuh waktu lama, seminggu setelah diagnosis diterimanya, ia pun langsung memutuskan untuk melakukan tindakan mastektomi (pengangkatan seluruh bagian payudara).

“Sebelah payudara saya diangkat semua (mastektomi), dilanjutkan dengan kemoterapi 6 kali. Saya dioperasi di Singapura. Sebenarnya saya dirujuk dokter bedah disini, tapi kebetulan dia sedang pindah klinik, sehingga saya tidak bisa ketemu dokter itu dan janjian secepatnya,” lanjut Martini.

Sama dengan diagnosis dokter dalam negeri, dokter Singapura pun mengatakan bahwa kanker yang tumbuh di tubuh Martini tergolong ganas dan harus segera diambil tindakan. Tanpa berpikir panjang, keesokan harinya ia pun melakukan tindakan operasi. Setelah operasi, ia pun menjadi 6 siklus kemoterapi yang dilakukan tiap 3 minggu sekali.

“Secara fisik saya baik, karena sebelumnya memang saya sehat. Hanya secara mental payah sekali, merasa dekat dengan maut, ketakutan, rasanya berhadapan begitu dekat dengan kematian. Jadi dari diagnosa sampai dioperasi pikiran itu seperti jet coaster, naik uturun. Ketika mendapat dukungan dari keluarga, saya menjadi kuat. Tapi ketika memikirkan ada ketakuran, down lagi. Sehingga saya menutup diri, mengurung diri di kamar hanya membaca. Sampai saya selesai kemo, baru saya dipaksa keluar lagi untuk berinteraksi. Perasaan malu karena ada penyakit maut di dalam diri kita, sehingga malu ketemu orang. Tapi ini pengalaman saya pribadi, dari teman-teman lain ada yang tidak seperti itu, mereka lebih siap, mental lebih kuat,” jelasnya.

Mentalnya yang drop bisa kembali bangkit setelah bergabung dengan support group sesama survivor kanker. Ia mulai mengikuti acara-acara rutin yang diadakan kelompok tersebut.

“Saya percaya bahwa sesudah pengobatan ada kehidupan normal kembali. Tadinya saya selalu membayangkan penderita kanker itu berobat sampai akhirnya meninggal. Tapi setelah saya datang ke support group, banyak sekali survivor yang sudah kembali normal dan melakukan aktivitas seperti biasa,” tutupnya.

3. Dr. Felicia Zahida, MSc, survivor kanker payudara

Dr. Felicia Zahida, MSc (46 tahun) divonis menderita kanker payudara oleh dokter pada bulan Juni tahun 2009. Awalnya Ibu Felicia yang akrab dipanggil Ibu Edo sehari-hari, merasa patah semangat ketika dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan payudara dalam waktu dekat.

Tetapi hidup harus terus berjalan demi anak-anak dan keluarga dan Ibu Edo memutuskan untuk menjalani masektomi di rumah sakit Panti rapih, Yogyakarta. Setelah 8 hari menjalani perawatan pasca operasi di rumah sakit, Ibu Edo diizinkan pulang dan harus menjalani serangkaian proses pengobatan.

Proses pengobatan berikutnya adalah kemoterapi yang harus dilakukan sebanyak 6 kali. Sekali kemoterapi memerlukan biaya yang sangat besar, sehingga banyak orang yang menyerah di tengah jalan dalam proses pengobatan terhadap kanker karena kendala biaya.

“Saya bersyukur karena keluarga memberikan dukungan yang besar terhadap kesembuhan saya. Proses kemoterapi terasa semakin berat karena ketika itu saya harus menyelesaikan program doktoral di fakultas Biologi, UGM,” kata Ibu Edo, yang ditemui di sela-sela kesibukannya sebagai dosen fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, kepada detikHealth.

Rambut yang terus-terusan rontok sampai habis dan kondisi hilangnya memori jangka pendek (short memory lost) adalah efek dari kemoterapi yang harus Ibu Edo jalani. Tetapi ibu Edo tetap bersemangat menjalani hidup karena masa depan masih panjang.

Selanjutnya Ibu Edo harus menjalani radioterapi dan operasi histerektomi atau pengangkatan rahim untuk memutus asupan estrogen pada sel kanker yang masih tersisa agar tidak dapat berkembang dan dapat diobati. Kemudian proses pengobatan selanjutnya adalah denagn terapi hormon yang masih dijalani oleh Ibu Edo sampai sekarang.

Setelah menjalani proses terapi hormon selama 5 tahun, akan dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan bahwa penderita benar-benar telah bebas dari kanker. Semangat Ibu Edo untuk bertahan melawan kanker perlu dicontoh oleh para penderita kanker yang lain.

Selain bekerja sebagai dosen, Ibu Edo juga aktif di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan pada bulan September 2011, Ibu Edo diberikan kepercayaan untuk menjadi ketua Paguyuban Penderita dan Mantan Penderita Kanker, YKI cabang Yogyakarta.

4. Indah, survivor kanker indung telur

Pengalaman memerangi kanker juga dialami oleh Ibu Indah (57 tahun) yang sehari-hari bekerja sebagai instruktur budi pekerti di Panti Sosial Karya Wanita, Yogyakarta. Ibu Indah telah dinyatakan bebas dari kanker pada tahun 2002, setelah berjuang melawan kanker indung telur sejak tahun 1997.

Awalnya Ibu Indah sering merasa perutnya kembung seperti masuk angin sejak tahun 1992. Ibu Indah tidak merasakan gejala yang menyakitkan sampai ibu Indah menyadari bahwa perutnya semakin membesar dan memutuskan untuk memeriksakan kondisinya ke dokter pada tahun 1997.

Setelah divonis menderita kanker indung telur dan harus menjalani operasi pengangkatan rahim, Ibu Indah sempat mengalami depresi dan mencoba menjalani pengobatan alternatif tanpa perlu menjalani proses operasi. Tetapi bagaimanapun juga, sel kanker akan tetap menyebar jika sumbernya tidak diangkat.

“Saya telah menjalani berbagai macam pengobatan alternatif dan hasilnya tidak kunjung terlihat. Sehingga saya memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan rahim,” kata Ibu Indah kepada detikHealth.

Proses pengobatan selanjutnya adalah kemoterapi yang harus dilakukan sebanyak 6 kali. Di tengah-tengah masa kemoterapi, Ibu Indah tetap menjalankan aktivitasnya di bidang sosial yaitu dengan menjadi motivator bagi para penderita kanker lainnya.

Karena jiwa sosialnya yang tinggi terhadap sesama penderita kanker, Ibu Indah dipercaya menjadi ketua Pagutuban Relawan Yayasan Kanker Indonesia cabang Yogyakarta.

Ibu Indah menjalani proses pengobatan selama 5 tahun dan pada tahun 2002, dokter menyatakan bahwa kanker indung telurnya benar-benar telah sembuh. Hal tersebut ditandai dengan hasil tes CA125 di laboratorium yang telah menunjukkan angka yang normal.

Meski sedang berjuang melawan ganasnya kanker yang menggerogoti tubuhnya, Ibu Indah tetap memberikan semangat kepada para penderita kanker lainnya untuk sama-sama bertahan dan tidak menyerah terhadap keadaan.

(mer/ir)

 

 





Penelitian: Lendir Babi Mau Ditambah ke Susu Bayi untuk Perkuat Imunitas

13 05 2012

Minggu, 13/05/2012  Putro Agus Harnowo – detikHealth

Jakarta, Lendir yang sering dianggap menjijikkan ternyata memiliki fungsi penting, yaitu membantu memperkuat sistem pertahanan tubuh.

Bahkan, beberapa peneliti mengupayakan untuk menambahkan bahan lendir dalam susu formula bayi. Lendir yang akan ditambahkan ini diperoleh dari perut babi.

“Tidak seperti susu ibu, susu formula bayi tidak memiliki unsur sistem kekebalan tubuh dari ibu yang melindungi bayi terhadap penyakit. Ini mungkin salah satu alasan banyak ibu ragu beralih ke susu bayi,” kata Katharina Ribbeck, seorang insinyur biologi di Institut Teknologi Massachusetts seperti dilansir MyHealthNewsDaily.com, Minggu (13/5/2012).

Ribbeck dan koleganya menemukan bahwa mucin, protein yang merupakan komponen utama dari lendir.

Komponen ini ampuh melindungi sel-sel tubuh dari infeksi human papillomavirus (HPV), influenza A (sejenis virus flu) dan Merkel cell polyomavirus (virus yang dapat menyebabkan kanker kulit).

Meskipun hanya menguji 3 jenis virus, para peneliti menduga mucin melindungi infeksi dari berbagai jenis virus.

Temuan menunjukkan bahwa mucin dapat ditambahkan ke berbagai produk sebagai suplemen antivirus, mulai produk kebersihan hingga susu bayi.

Mucin saat ini sudah ditambahkan dalam beberapa produk, tapi tidak ditambahkan karena sifat antivirusnya. Misalnya, mucin ditambahkan ke pelembab sebagai bahan pelembab.

Namun penelitian yang dimuat jurnal Biomacromolecules ini baru dilakukan pada sel manusia di laboratorium. Jadi masih diperlukan penelitian lagi untuk menunjukkan manfaatnya pada manusia.

Selain itu, mucin yang digunakan dalam penelitian dikumpulkan dari perut babi. Beberapa orang mungkin tidak nyaman karena mengkonsumsi produk hewan.

“Di masa depan, para peneliti mungkin dapat menemukan cara untuk memproduksi mucin sintetis secara besar-besaran. Ini sedang kami selidiki,” kata Ribbeck.

Lendir yang melapisi permukaan tubuh merupakan penghalang alami dari juman penyakit. Tak hanya berfungsi sebagai penghalang, mucin tampaknya berperan aktif dalam sistem kekebalan tubuh.

Dalam penelitiannya, Ribbeck melapisi sel manusia dengan gel mucin sebelum diberi 3 jenis virus. Virus kemudian terjebak dalam gel dan tidak menginfeksi se.

Hal ini diduga disebabkan karena tertahan oleh mucin, atau bisa jadi virus mengikat molekul gula pada mucin yang mirip dengan molekul sel inang.

(pah/ir)

 





6 Fakta Seputar Sistem Reproduksi Perempuan

4 05 2012

Jumat, 04/05/2012     Vera Farah Bararah – detikHealth

Jakarta, Kemajuan teknologi memang membuat para ahli memahami sistem reproduksi yang dimiliki oleh perempuan, tapi tidak semua misteri bisa terpecahkan. Berikut ini beberapa fakta yang sudah didapatkan peneliti tentang sistem reproduksi perempuan.

Saluran reproduksi perempuan masih terus memiliki aura misteri karena beberapa studi kadang hasilnya bertolak belakang, sehingga tidak bisa diambil kesimpulan yang tepat untuk organ ini.

Meski begitu sudah ada beberapa fakta yang ditemukan tentang saluran reproduksi perempuan, seperti dikutip dari Livescience, Jumat (4/5/2012) yaitu:

1. Rahim sangat elastis
Bila sedang tidak digunakan, maka rahim yang sehat adalah organ kecil dengan ukuran panjang sekitar 3 inci (7,5 cm) dan lebar 2 inci (5 cm). Tapi selama kehamilan rahim akan berubah, sekitar usia kehamilan 20 minggu rahim akan berkembang menuju ke pusar dan tepi luar rahim mencapai tepi bawah tulang rusuk ketika usia kehamilan 36 minggu.

2. Vagina memiliki pH asam
Kadar pH vagina cukup asam sekitar 4,5 dengan skala 7 untuk normal, kadar asam ini seperti bir atau tomat. Mikroba di vagina akan mempertahankan keasaman, misalnya lactobacillus yang memproduksi asam laktat umumnya mendominasi ekosistem vagina perempuan. Bakteri ini menjaga vagina tetap sehat dan mencegah infeksi.

3. Selaput dara (hymen)
Selaput dara adalah sepotong jaringan kecil yang terlihat ketika vagina terbuka. Bagian ini bisa pecah atau robek saat hubungan seks pertama kali atau aktivitas lainnya, tapi ada pula yang tidak sampai robek namun hanya merenggang.

Dalam kasus yang jarang, sekitar 1 dari 2.000 kelahiran bayi perempuan memiliki kondisi imperforate hymen, yaitu tidak ada lubang dalam jaringan sehingga memerlukan sayatan kecil untuk memperbaikinya masalah ini.

4. Misteri keberadaan G-spot
G-spot atau area dalam vagina yang sangat sensitif terhadap stimulasi erotis sempat menimbulkan perdebatan. Baru-baru ini ahli bedah Adam Ostrzenski mengaku telah menemukan tali dari jaringan ereksi yang menjadi bukti anatomi dari G-spot. Sementara ahli lain mengungkapkan G-spot bisa jadi merupakan perpanjangan internal dari klitoris.

5. Perempuan dengan 2 rahim
Pada kondisi yang sangat langka, beberapa perempuan terlahir dengan 2 rahim (uterus didelphys). Hal ini terjadi saat pembentukan sistem reproduksi saat janin yang mana seharusnya 2 tabung bergabung bersama, tapi justru masing-masing membentuk 1 organ. Kondisi ini kadang tidak bergejala, tapi ada juga yang mengalami perdarahan menstruasi tidak biasa atau gangguan kesuburan.

6. Tidak mudah menentukan kehamilan
Menentukan seseorang hamil atau tidak bukanlah perkara yang mudah. Dokter biasanya mengukur kehamilan mulai dari hari pertama setelah menstruasi selesai, tapi tidak bisa mendeteksi kapan pembuahan terjadi. Hal ini karena kehamilan tidak bisa dipastikan sampai implan embrio berkembang di dinding rahim.

(ver/ir)

 





Ini yang Bikin Orang Tanpa Sadar Bicara Saat Tidur

3 05 2012

Rabu, 02/05/2012  Vera Farah Bararah – detikHealth

Jakarta, Berbicara saat tidur atau biasa dikenal dengan istilah ngelindur atau mengigau bisa dialami oleh siapa saja. Ini faktor-faktor yang bisa membuat orang berbicara ketika sedang tidur.

Banyak orang berpikir bicara saat tidur terjadi selama orang bermimpi, tapi para ilmuwan masih belum yakin apakah kondisi ini terkait dengan mimpi atau tidak karena bisa terjadi dalam setiap tahapan tidur.

Beberapa hal diketahui bisa menyebabkan seseorang berbicara saat tidur, seperti dikutip dari WebMD, Rabu (2/5/2012) yaitu:
1. Mengonsumsi obat tertentu
2. Stres emosional
3. Demam, terutama jika demam tinggi
4. Memiliki gangguan kesehatan mental
5. Penyalahgunaan zat atau narkoba

Hal ini biasanya dilakukan tanpa disadari oleh orang tersebut, dalam kondisi ini orang bisa hanya berbisik-bisik, berbicara normal atau bahkan teriak. Kondisi ini kadang menjadi hal yang lucu bagi orang yang melihatnya.

Tidur sambil berbicara atau somniloquy adalah kegiatan berbicara saat tidur dan termasuk jenis parasomnia (perilaku abnormal yang terjadi selama tidur). Kejadian ini sangat umum dan biasanya tidak dianggap sebagai masalah medis.

Kata-kata yang dikeluarkan kadang terdengar dengan jelas tapi bisa juga seperti berguman yang sulit diartikan. Kondisi ini biasanya tidak lebih dari 30 detik, tapi pada beberapa orang bisa terjadi berbicara sambil tidur berkali-kali selama semalaman.

Sekitar setengah dari anak-anak berusia 3-10 tahun berbicara saat tidur dan hanya 5 persen orang dewasa yang melakukannya. Diperkirakan kondisi ini bisa menurun di dalam keluarga, meski belum diketahui dengan pasti.

Namun jika seseorang berteriak saat tidur ada 2 hal yang mungkin menjadi penyebabnya, yaitu REM sleep behaviour disorder (RBD) dan sleep terrors.

Untuk sleep terrors biasanya ia berteriak menakutkan, meronta dan menendang, sedangkan RBD ia berteriak, menggeram dan bertindak seperti kekerasan.

(ver/ir)

 





Ini Dia Obat yang Paling Sering Dipalsukan di Indonesia

20 04 2012

Jumat, 20/04/2012     Merry Wahyuningsih – detikHealth

Jakarta, Karena banyak permintaan dan harganya yang mahal, tak jarang banyak oknum yang memalsukan obat-obatan. Tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga dunia. Lalu apa saja obat-obatan yang paling sering dipalsukan di Indonesia?

“Berdasarkan survei dari tahun 2009-2012, biasanya obat-obat yang paling sering dipalsukan adalah obat-obatan lifestyle,” jelas Dra Endang Woro T, MSc, Direktur Pelayanan Obat dan Produk Biologi BPOM, dalam acara temu media ‘Kebijakan Penyediaan Obat Nasional dan Pengawasan Serta Pengendalian Obat Peredaran Obat Palsu’ di Gedung Kemenkes, Kuningan Jakarta, Jumat (20/4/2012).

Endang menjelaskan, berikut beberapa obat yang paling sering dipalsukan di Indonesia, yaitu:
Obat untuk disfungsi ereksi seperti Viagra, Levitra, Cialis.
Obat anti kolesterol
Obat analgesik seperti Ponstan
Obat inhaler untuk asma
Obat untuk obesitas atau pelangsing

“Untuk membedakan mana yang palsu dan asli secara awam memang susah. Kita harus membandingkan antara yang asli dulu baru ketahuan, tapi kalau secara fisik melihat yang palsu saja susah,” lanjut Endang.

Untuk itu, satu-satunya jalan agar terhindar dari obat palsu adalah membeli obat di sarana legal seperti apotik dan toko obat terpercaya. Jika ingin membeli obat bebas atau bebas terbatas periksa kembali nomor registrasi serta kemasannya ada yang bocor atau tidak.

Selain itu kalau ada sisa obat sebaiknya dibuka lalu isinya dihancurkan atau dilarutkan agar obat tersebut tidak bisa dijual lagi.

Bentuk, warna dan kemasan obat palsu biasanya sangat mirip dengan obat asli. Agar tidak salah beli ada beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat, yaitu:
Periksa kemasan obat dengan teliti, apakah masih tersegel dengan baik atau tidak.
Periksalah label obat, nama obat, nama produsen dan tanggal kadaluarsa.
Sampaikan pada dokter jika tidak ada kemajuan setelah minum obat.
Tebuslah obat resep di apotik agar terjamin keasliannya, dan jangan di toko-toko obat sembarangan.

(mer/ir)

 





Pil Vitamin E Tak Bisa Turunkan Risiko Gagal Jantung Perempuan

26 03 2012

Senin, 26/03/2012 08:31 WIB       Linda Mayasari – detikHealth

Jakarta, Selama ini suplemen vitamin E dinyatakan dapat membantu mencegah masalah medis dalam penuaan dan gagal ginjal pada wanita. Tapi studi terbaru menunjukkan bahwa vitamin E tidak akan mengurangi risiko gagal jantung pada wanita.

“Penggunaan suplemen vitamin E untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular sampai saat ini belum cukup bukti,” kata para peneliti dari Massachusetts General Hospital, Brigham and Women’s Hospital and Harvard Medical School seperti dikutip dari CBCNewsHealth, Senin(26/3/2012).

Penggunaan suplemen yang umumnya berupa gel kapsul menjadi kontroversi di berbagai bidang selama beberapa tahun belakangan ini.

Pada tahun 2006, Health Canada melaporkan bahwa vitamin E alami dalam makanan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau dan minyak nabati tertentu lebih aman untuk kesehatan daripada suplemen yang berdosis tinggi.

Badan medis lain juga memperingatkan orang yang mengonsumsi suplemen vitamin E dosis tinggi. Orang yang mengonsumsi suplemen tersebut masih meyakini bahwa suplemen vitamin E dapat mencegah penyakit.

Sebuah studi di Amerika yang dirilis pada bulan Oktober 2011 menyimpulkan bahwa, pria yang mengkonsumsi 400 internasional unit (IU) vitamin E dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Dari studi tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa vitamin E tidak meningkatkan maupun menurunkan risiko gagal jantung di antara para wanita.

Para peneliti menyatakan bahwa, vitamin E sebaiknya tidak digunakan untuk mengurangi risiko gagal jantung. Untuk mengurangi risiko tersebut sebaiknya gunakan metode yang benar yaitu dengan mengendalikan tekanan darah.

(ir/ir)